Dibagikan Oleh: Andi Muhammad Ali on 15 October, 2012 | 9:54 AM

Sebelum masuk Islam Abu Bakar Ash-Shiddiq nama aslinya adalah Abdullah Abi Khufah, beliau adalah seorang ahli hukum yang bijaksana, adil, dan jujur. Abu Bakar merupakan seorang bangsawan dari kaum Quraisy yang memiliki kedudukkan yang tinggi dikalangan bangsa Arab, beliau adalah seorang saudagar yang kaya raya lagi dermawan sifatnya.

Abu Bakar adalah orang yang pertama-tama memeluk agama Islam, sehingga ia diberi gelar "Assabi-qunal Awwalun" oleh Nabi Muhammad Saw. Abu Bakar juga diberi gelar oleh Rasulullah Saw. "Ash-Shiddiq" artinya orang yang sangat
membenarkan. Maksudnya Abu Bakar merupakan orang yang selalu mempercayai dan membenarkan kejadian atau peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad Saw. terutama peristiwa Isra' dam Mi'raj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke langit sampai ke Sidratul Muntaha (langit ke tujuh) untuk menerima perintah shalat lima waktu langsung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan dimana peristiwa itu hanya menempuh perjalanan satu malam saja. yang jika kita ukur dengan akal tidak akan menembus atau mempercayai peristiwa Isra' dan Mi'raj Rasulullah Saw tersebut. tetapi ukurannya adalah keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat Nabi saw. yang paling tua diantara sahabat-sahabat yang lain. Beliau juga ikut bersama rasulullah Saw. menyiarkan agama Islam dengan mengorbankan seluruh harta kekayaannya demi kepentingan Islam. Ia juga ikut mendampingi Rasulullah Saw. ketika hijrah ke Madinah.

 Ketika nabi Muhammad Saw. wafat, umat Islam sangat kehilangan sosok seorang pemimpin yang mereka cintai dan menjadi contoh teladan bagi seorang muslim (umat Islam), sehingga kepemimpinan saat itu menjadi kosong. Pada saat itu umat Islam harus cepat-cepat mencari pengganti Rasulullah untuk memimpin umat Islam.  Dari golongan Anshar mereka mencalonkan Sa'ad bin Ubadah dan dari golongan Muhajirin mereka memilih Abu Bakar untuk menjadi calon Khalifah menggantikan Rasulullah Saw. Pencalonan Abu Bakar didukung oleh Umar bin Khattab dan sahabat-sahabat yang lain. Dengan demikian umat Islam menyetujui Abu Bakar menjadi Khlifah, yaitu Khalifah pertama  Islam. Setelah terpilih Abu Bakar kemudian berkata:

"Wahai manusia! Saya telah diangkat mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik diantaramu. Maka jika aku menjalankan tugasku dengan baik, ikutilah aku.
, tetapi jika aku berbuat salah, maka betulkanlah aku. Orang yang kamu pandang kuat, saya pandang lemah, hingga aku dapat mengambil hak daripadanya, sedangkan orang yang kamu pandang lemah saya pandang kuat, hingga saya dapat mengembalikan haknya padanya. Hendaklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi bila aku tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak perlu taat kepadaku."

Abu Bakar Ash-Shiddiq diangkat menjadi khalifah pada tahun 11 sampai dengan 14 Hijjriyah atau bertepatan tahun 632-634 M. Beliau hanya menjadi khalifah selama 2 (dua) tahun. Waktu yang sangat singkat, tetapi pada masa kepemimpinan Abu Bakar ia gunakan dengan sebaik-baiknya.

Sepeninggalan Rasulullah Saw. umat Islam banyak yang menjadi murtad, karena keraguan mereka atas kebenaran Islam. Disamping itu banyak bermunculan orang-orang yang mengaku sebagai Nabi.Nabi-Nabi palsu itu diantaranya adalah Musailimah Al Kazzab dari suku yang berada di Yamamah, Al Aswad Al Insi di Yaman, dan Tulaihah Ibnu khuwailid dari suku Asad.  Para Nabi-Nabi palsu ini juga banyak memiliki pengikut sebagian besar pengikutnya adalah orang-orang murtad yang bergabung dengan mereka untuk melawan umat islam.

Dalam kesulitan menghadapi orang-orang yang tidak mau membayar zakat dan menghadapi nabi-nabi palsu, maka khalifah Abu Bakar kemudian mengambil tindakan tegas, yaitu beliau menyiapkan  sebelas pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, Amr bin Ash, Ikriman bin Abi Jahl, dan Surahbil bin Abi Hasanah . dalam peperangan yang memerangi nabi-nabi palsu, Musailaimah Al Kazzab tewas dibunuh oleh Washi, tetapi Tulaihah melarikan diri dan kemudian masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Khattab, serta Aswad juga mati terbunuh. Sehingga semenjak itu tidak adalagi orang-orang yang mengaku nabi dan tanah Arab kembali aman dan suku-sukunya bersatu kembali.

Ketika memerangi orang-orang murtad, umat Islam kehilangan para sahabat yang hafal Al Quran sebanyak 70 orang. Oleh karena itu Umar bin Khattab kemudian mengusulkan kepada khalifah Abu Bakar, agar mengumpulkan Al Quran. Usulan itu disetujui khalifah Abu Bakar. Beliau kemudian menyuruh Zaid bin Sabit untuk menyalin Al Quran. Zaid bin Sabit dengan penuh hati-hati memindahkan ayat-ayat Al Quran yang ditulis di pelepah kurma, tulang-tulang onta dan sebagainya ke mushaf dengan rapi sekali sesuai dengan urutan-urutan dengan petunjuk Rasulullah saw. Al Quran yang telah berbentuk mushaf itu disimpan oleh khalifah Abu Bakar sampai ia wafat. Kemudian disimpan oleh Umar bin Khattab ketika ia diamgkat menjadi khakifah yang kedua.

Menjelang wafatnya Rasulullah Saw. saat itu tentara Islam sedang memerangi kabilah-kabilah di Palestina, tenatara Islam berhasil mengalahkan pasukan  Romawi. Kekalahan pasukan Romawi membuat kaisar Heraklius marah dan ingin membalas, kemudian kaisar Heraklius menyiapkan pasukan di dekat Palestina dan Syiria.  Atas persiapan pasukan Romawi  yang berada di Palestina dan syiria, maka khalifah Abu Bakar menyeruhkan umat Islam untuk berjihad melawan pasukan Romawi. khalfah mempersiapkan beberapa pasukan yang dipimpin oleh Ubaidah bin jarah tujuan ke Homs, Amr bin Ash ke Palestina dan Syam, Syarahbil bin Hasanah ke Yordania, Abu Ubaidah, dan Khlaid bin Walid yang dibantu oleh Musana bin Harris ke Irak.

Dalam peperangan melawan pasukan Romawi tidak semua tentara Islam memperoleh kemenangan dengan mudah di palestina dan Syam, karena pasukan Romawi timur sangat kuat. akhirnya tentara Islam yang dipimpin oleh Amr bin Ash berhasil mengalahkan pasukan Romawi di Palestina dan Syam setelah dibantu oleh pasukan yang dipimpin Khalid bin Walid. Mereka bertemu di Yarmuk (anak sungai Yordan). Tentara Roma yang berjumlah 250.000 orang dapat dikalahkan olen tentara Islam yang hanya berjumlah 4.000 orang. Peperangan itu dikenal dengan perang Yarmuk.

Ketika perang masih berlangsung antara pasukan Roma dan Pasukan Islam, terdengar kabar bahwa khalifah  Abu Bakar Siddiq meninggal dunia. Abu Bakar meninggal dunia pada tahun 13 H. karena sakit. kemudian Umar bin Khattab atas wasiat Khalifah Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah guna mencegah agar tidak terjadi perpecahan dikalangan umat Islam. Masa ke khalaifaannya menghadapi situasi yang sangat sulit, seperti menmghadapi orang-orang yang kembali kepada agama mereka yang lama (murtad), menghadapi nabi-nabi palsu, dan menhadapi pasukan-pasukan Romawi yang hendak menhancurkan Islam.

Sewaktu Nabi Muhammad Saw. wafat, sebenarnya sudah ada benih-benih perpecahan yang terjadi antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin tentang siapa yang akan menggantikan  dalam urursan pemerintahan (khalifah). Masing-masing telah mempersiapkan pengganti Rasulullah. Tetapi perpecahan ini dapat diatasi dan tidak menimbulkan kekacauan. Abu Bakar Shiddiq disetujui dan diangkat menjadi seorang khalifah setelah wafatnya nabi Muhammad Saw.

Demikianlah artikel tentang "riwayat Abu Bakar ash-Shiddiq" yang dibuat secara singkat, semoga bermanfaat untuk kita semua dan semoga bangsa Indonesia kedepan memiliki seorang pemimpin seperti Abu Bakar yang tegas, adil, dan bijaksana serta tidak mementingkan diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan umat.

0 komentar:

Post a Comment

Langit-Islam.Com© 2014. Sejak 2013. Template By Seocips.com
SEOCIPS Areasatu Adasenze Tempate Tipeex.com |Didukung Oleh : GOOGLE